Review dan Jenis Toyota 4A-GE, Mesin Idaman Tuner Lokal

Dari judul di atas terlihat berlebihan, tapi faktanya demikian. Mesin 4A-GE adalah mesin hasil pengembangan bersama Yamaha. Yamaha sendiri bertanggung jawab sebagai developer cylinder head atau kepala silinder dari mesin ini. Dari awal proses research and development alias RND, mesin 4A-GE ditujukan sebagai mesin kompak dengan performa tinggi yang hanya bermodalkan kubikasi sebesar 1.6 liter saja dan banyak ditemui pada generasi sedan Toyota Corolla, Toyota Levin/Trueno dan juga Toyota Sprinter. Tugasnya sendiri berfungsi sebagai penerus dari mesin berkode 2T-G yang memang terkenal tangguh dan bertenaga. Selama jangka waktu produksinya, mesin 4A-GE terus berkembang guna menyesuaikan tenaga dan konsumsi BBM di masing-masing era kejayaannya. 

Sejarah mencatat, mesin 4A-GE dikembangkan berdasarkan basis dari mesin 4A. Mesin dengan kode awal 4A memiliki turunan yang sangat banyak seperti 4A, 4A-C, 4A-L, 4A-LC, 4A-ELU, 4A-F, 4A-FE, 4A-FHE, 4A-GE, 4A-GZE. Di tanah air, umumnya lebih banyak mesin berkode 4A-F yang dipasangkan pada Toyota Corolla Twincam AE92, 4A-FE pada Toyota Great Corolla AE101 hingga Toyota Corolla All New AE111 serta mesin 4A-GE pada Corolla Twincam GTi yang merupakan satu-satunya Corolla berkemampuan tinggi yang pernah dijual secara resmi di Indonesia. Secara umum, berikut adalah jenis-jenisnya yang dapat ditandai dengan mudah dari cover mesin.

Jenis-Jenis Mesin Toyota 4AGE
Jenis-Jenis Mesin Toyota 4AGE

Kembali berlanjut, mesin 4A-GE diproduksi sejak tahun 1983 dan digunakan hingga tahun 1998, ulasannya sebagai berikut :

Generasi pertama (1983-1987), blue top 16 katup

Jenis-Jenis Mesin Toyota 4AGE
Mesin Toyota 4A-GE Blue Top
Generasi pertama dari 4A-GE menggunakan compression ratio 9,4:1 dengan yang memiliki saluran masuk besar, sebab mesin ini didesain dengan sudut antar katup mencapai 50 derajat, sehingga dapat menggunakan ukuran katup yang besar. Hanya saja karena diameter saluran masuk yang besar, maka airspeed campuran udara dan bahan bakar menjadi rendah di RPM rendah. Guna mengatasinya, Toyota memasang teknologi T-VIS (Toyota Variable Intake System) berupa katup kupu-kupu di saluran masuk mesin. Katup ini berguna untuk menutup sebagian saluran masuk pada RPM rendah, sehingga airspeed di saluran masuk menjadi lebih tinggi di RPM rendah sekalipun. Prinsip kerja teknologi T-VIS ini serupa dengan prinsip kerja RC-Valve pada Honda NSR. Tenaga terbuas dari generasi pertama 4A-GE ini mencapai 112 HP pada 6.600 RPM dan 131 Nm pada putaran 4.800 RPM. (USA Version)

Generasi kedua (1987-1989), Red & Black Top, 16 katup

Jenis-Jenis Mesin Toyota 4AGE
Mesin Toyota 4A-GE Black and Red Top
Untuk generasi kedua, dilakukan sedikit perbaikan pada blok mesin dengan cara membesarkan diameter penghubung ujung bearing di area kruk as dan juga penambahan empat buah penopang di bagian belakang blok mesin sehingga total jumlahnya menjadi tujuh buah, dimana sebelumnya hanya ada tiga saja. Fitur dan teknologi mesin tidak ada perubahan sama sekali. Perubahan secara visual meliputi area penutup atas cam yang sekarang menggunakan huruf dengan merah dan hitam. Peningkatan output mesin menjadi 115 HP pada putaran 6.600 RPM dan 131 Nm 4.800 RPM (USA Version). Mesin generasi pertama dan kedua sangat populer di kalangan pembalap dan tuner karena ketersediaannya, kemudahan modifikasi, desain sederhana, dan ringan. 

Generasi ketiga (1989-1991) Red Top 16 katup

Jenis-Jenis Mesin Toyota 4AGE
Mesin Toyota 4A-GE Red Top
Pada generasi ketiga, Toyota merancang ulang port intake di kepala silinder dengan cara mengecilkan penampang saluran masuk untuk mengatasi masalah airspeed pada generasi sebelumnya. Sehingga ia dijuluki sebagai mesin dengan smallport head. Selain tidak lagi membutuhkan teknologi T-VIS, mesin ini juga mendapatkan peningkatan rasio dari sebelumnya 9.4:1 menjadi 10,3:1. Dengan adanya berbagai revisi tersebut, alhasil tenaga yang dihasilkan mampu menorehkan angka output sebesar 123 HP pada putaran 7.200 RPM dengan torsi puncak 149 Nm pada 4.800 RPM. Secara visual, mesin ini dapat dengan mudah dikenali dari tulisan “Twin Cam 16 Valve” berwarna merah di cover camshaft dan biasanya dapat ditemukan pada dapur pacu utama dari Toyota Corolla Twincam GTi.

Generasi keempat (1991-1995), Silver Top 20 katup

Jenis-Jenis Mesin Toyota 4AGE
Mesin Toyota 4A-GE Silver Top
Mulai generasi keempat, Toyota merombak sistem katup yang awalnya berjumlah 4 menjadi 5 pada setiap silinder. Tak hanya itu saja, pabrikan turut melengkapi teknologi mesin ini dengan mengadopsi VVT (Variable Valve Timing) pada intake cam dan juga mengubah intake manifold pendek dengan throttle individual berdiameter 43mm untuk masing-masing silinder. Compression ratio pun kembali ditingkatkan hingga 10,5:1. Selain itu, saluran masuk dirubah menggunakan intake manifold pendek dengan throttle individual berdiameter 43mm untuk masing-masing silinder. Tenaga maksimal mesin silvertop mencapai 158 HP pada 7.400 RPM dan torsi 162 Nm pada 5.200 RPM. Umumnya, mesin ini digunakan pada generasi Corolla AE101 yang sayangnya tidak masuk ke pasar lokal karena ATPM lebih memilih untuk menjual AE101 bermesin 4A-FE yang dinilai lebih ekonomis sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.

Sedikit mengulang sejarah, mesin silver top ini memiliki nama harum di kancah internasional. Betapa tidak, ia telah menunjukkan potensinya pada ajang Formula Toyota di Jepang. Hanya dengan melakukan ubahan remap ecu dan sentuhan lainnya, mesin ini setidaknya mampu menggelontorkan tenaga hingga 210 HP yang kemudian dikembangkan kembali di ajang formula atlantis hingga menorehkan rekor 275 HP. Oleh karena itu, Team Toyota Indonesia pada musim race 1994 menunjuk 4A-GE silver top sebagai alat tempur mereka. Namun karena terkendala pengetahuan, maka mesin yang telah menempel di Great Corolla tersebut kembali dikirim ke Jepang dan diracik langsung oleh TRD. Hasilnya, dalam kondisi NA (Naturally Aspirated) saja, Corolla andalan tim ini sanggup menghasilkan daya sebesar 225 HP dan berhasil membuat repot berbagai kompetitor yang diantaranya menggunakan Mazda RX-7 dan juga BMW E36 M3, dimana keduanya berpenggerak roda belakang dan jamak digunakan di ajang balap Touring Internasional. Namun sayang, cerita manis tersebut harus berakhir ketika krisis moneter melanda Indonesia. Entah bagaimana nasib sang legenda yang pernah membawa nama harum Indonesia di ajang ASEAN Touring ini. Terakhir kali terdengar kabar bahwasanya mesin beserta AE101 tersebut telah beberapa kali berpindah tangan oleh para tuner lokal.

Generasi kelima (1995-1998), Black Top 20 katup

Jenis-Jenis Mesin Toyota 4AGE
Mesin Toyota 4A-GE Black top
Terakhir, inilah generasi kelima dari Toyota 4A-GE dengan julukan black top. Sesuai namanya, mesin ini memiliki cover cam berwarna hitam yang bentuknya serupa seperti silver top di atas dan memiliki tenaga sedikit lebih besar karena rasio kompresi telah diupgrade menjadi 11:1. Selain itu, varian black top juga mendapatkan sentuhan pada desain saluran masuk, perbesaran bukaan valve masuk menjadi 8,2 mm dan juga perbesaran diameter throttle body menjadi 45mm. Tenaga maksimum yang dihasilkan mesin dari generasi terakhir dari 4A-GE ini berkisar pada angka 163 HP pada 7.800 RPM dan torsi puncak hingga 162 Nm pada 5.600 RPM.

Itulah beberapa jenis mesin Toyota 4A-GE. Harga mesin yang cukup terjangkau dan banyaknya limbah half-cut membuat kelima jenis mesin di atas masih banyak diburu speed-freaks sebagai mesin pengganti untuk mobilnya. Terutama bagi tuner drag race.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel