Tips dan Panduan Membeli Ford Everest Bekas

Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport adalah Big SUV yang sangat popular di Indonesia. Tapi karena begitu banyak populasinya sehingga membuat keduanya jadi membosankan. Bagi Anda yang sedang mencari SUV besar, Ford Everest bekas bisa sebagai lawan Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport bekas. Seperti apa cara memilihnya agar tidak salah?

Tips dan Panduan Membeli Ford Everest Bekas

Sama-sama menganut format 7 penumpang, Everest tampil beda dengan aksen boxy di seluruh tubuhnya. Bodi yang mengotak itu mungkin membuatnya terlihat konvensional, tapi justru memunculkan kesan macho yang timeless.

Tapi memang soal konvensional ini juga merambah hingga interior. Lihat saja tuas rem tangan yang model tarik di bawah dasbor, mengingatkan Toyota Kijang ‘kotak’ nan lawas.

Meski begitu jangan ragu soal performa. Menggen­dong mesin 2.499 cc turbodiesel TDCi, Everest yang juga akrab disebut Everest TDCi ini membangkitkan tenaga 143 dk dengan padanan torsi 340 Nm. Ketika baru, output ini sanggup melesatkan Everest 0-100 km/jam dalam 14,1 detik.

Dengan jarak jok ke lantai yang terhitung rendah, penumpang di Everest terasa rileks dengan kaki yang berselonjor. Tapi untuk bangku baris ketiga sebaiknya diisi anak kecil karena legroom-nya terbatas.
Pengendalian masuk di taraf kompromi. Tidak ta­jam, namun juga tidak lim­bung untuk ukuran SUV tinggi bersasis tangga (ladder).

Perihal transmisi, Everest tampil dalam 2 pilihan yakni manual 5-speed dan otomatis. Sementara manualnya relatif bebas masalah, unit matiknya cukup fleksibel dengan durabilitas tinggi. Asalkan Anda tak berharap perpindahannya secekatan transmisi modern dual clutch seperti milik hatchback Fiesta.

Sejarah Ford Everest di Indonesia


2003. Ford Everest hadir pertama kali di Indonesia. Ia menggunakan mesin diesel turbo yang kuat dan bertenaga. Bagian paling kontras adalah desain lampu depan yang lebih kecil dibanding generasi sesudahnya.

2007. Di generasi ini Everest sudah berubah banyak. Kalau dari eksterior akan terlihat lampu utama yang lebih besar dari sebelumnya. Ornamen yang menempel pun lebih variatif sehingga memunculkan kesan lebih segar.

2009. Masuk dalam taraf facelift, Everest di era ini kembali terlihat bedanya dengan lampu utama baru. Mesin yang sudah menggunakan teknologi TDCi (turbo, direct injection dan intercooler) membuatnya tak hanya bertenaga namun juga hemat bahan bakar. Modelnya masih terlihat segar sampai sekarang meski kini sudah muncul generasi terbaru yang merupakan pergantian model.

Panduan Membeli Ford Everest Bekas


Lelehan oli mesin
Mesin diesel Ford Everest termasuk tahan banting. Asalkan pemilik sebelumnya rutin melakukan perawatan berkala maka kondisinya akan baik-baik.

Kendati begitu, tetap lihat fisik mesinnya. Salah satu indikasi mesin sehat adalah kering tanpa lelehan oli mesin. Tapi jika pun mobil yang Anda taksir ada lelehan oli, jangan khawatir dulu karena biasanya itu karena ada kebocoran di gasket. Bocornya gasket ini mudah ditanggulangi dengan biaya perbaikan yang relatif terjangkau.

Injektor
Sempatkan tes jalan lalu lajukan pada kecepatan sedang.  Injak pedal gas dalam dan rasakan mesinnya. Jika sampai ada gejala mesin tersendat (brebet) kemungkinan besar injektornya yang ada masalah.

Kalau injektornya bermasalah, kalibrasi adalah solusi murah. Namun jika sampai rusak dan harus diganti, maka pembelian injektor baru mencapai Rp 3 juta/buah.

Buku servis
Buku ini penting karena menjadi catatan (track record) selama kepemilikan sebelumnya. Melalui buku servis akan terlihat rajin atau tidak merawat mobilnya.

Transmisi
Ini juga butuh tes jalan. Lajukan mobil dan rasakan perpindahan giginya. Untuk yang bertransmisi otomatis, perpindahannya mestinya halus tanpa ada entakan. Tenaga pun tersalur sempurna tanpa diikuti power loss seperti slip kopling.

Begitu juga dengan yang bertransmisi manual. Jika sampai muncul gejala slip kopling, itu menjadi tanda kalau pelat kopling harus diganti. Ini sama artinya dengan biaya ekstra.

Suspensi
Meski suspensi Everest termasuk tangguh, tapi cek sokbrekernya. Caranya dengan melaju di jalan bergelombang dan deteksi ayunannya. Sok yang masih baik mampu menahan ayunan dengan 1 atau 2 kali anggukan saja. Kalau lebih dari itu berarti sokbreker sudah lemah dan perlu diganti.

Tips Memilih Ford Everest Bekas


Ford Everest TDCi sejatinya memiliki 2 pilihan transmisi dan 2 pilihan penggerak yakni 4x2 dan 4x4. Meski dirancang fleksibel untuk mendukung mobilitas di medan berat, tapi tak sedikit yang memakai Everest untuk lalu-lintas perkotaan.

Kebanyakan mereka yang menggunakan Everest di kota-kota besar demi memanfaatkan ground clearance tinggi yang tahan banjir. Juga kaki-kaki tangguh untuk melintas di jalan berlubang.

Untuk itu, Topgir merekomendasikan Everest bertransmisi otomatis 5-percepatan. Begitu juga dengan sistem penggerak yang 4x2 sudah cukup untuk kebutuhan lalu-lintas perkotaan.

Lain ceritanya jika Anda termasuk pengguna yang kerap melintas di jalan off-road seperti hutan, pertambangan atau perkebunan, maka varian 4x4 sepertinya lebih tepat. Tapi memang populasinya tidak sebanyak 4x2 sehingga harus lebih sabar mencari.

Secara umum, Everest adalah SUV yang tangguh. Mobilnya tinggi sehingga aman dari banjir. Komponennya kuat, jadi selama melakukan perawatan berkala, maka mobil akan selalu enak dikemudikan. Jadi pastikan mobil yang akan dibeli nanti dirawat secara teratur oleh pemiliknya.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel