Tips dan Panduan Membeli Hyundai Tucson Bekas

Pangsa pasar otomotif di Indonesia memang masih dikuasai oleh MPV. Meski begitu tidak sedikit saat ini di jalan raya penampakan SUV. Daya jelajah yang luas berkat ground clearance yang tinggi jadi salah satu faktor banyaknya peminat mobil berbodi besar. Selain itu rata-rata SUV mempunyai bantingan suspensi yang empuk, sehingga menawarkan kenyamanan yang lebih.

Tips dan Panduan Membeli Hyundai Tucson Bekas Autobild

Memang dibandingkan MPV, akomodasi SUV umumnya hanya lima penumpang. Tetapi mobil ini mempunyai bagasi yang luas sehingga menampung banyak barang bawaan Anda. Tak jarang pemilik SUV sering menggunakan mobilnya untuk berpergian keluar kota.

Pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai turut meramaikan pasar SUV melalui Tucson. Sebuah Medium SUV yang telah hadir sejak 2005. Pada produksi awal memang desainnya masih terasa kaku dan kurang berkarakter. Namun sejak 2010, Hyundai Tucson berubah dengan tampilan yang lebih modern dan cenderung mengarah ke desain Eropa. Sosok atletis nan dinamis mendominasi pada Tucson terbaru.

Meski begitu tampilan interiornya belum memancarkan kesan mewah dan modern. Begitu juga dengan fitur yang tersedia belum lengkap. Sebagai contoh absennya pengaturan jok elektrik yang setidaknya ada di bangku pengemudi masih menggunakan manual.

Sementara untuk mesin, Hyundai Tucson mengusung 1.988 cc dual CVVT. Tenaganya mencapai 166 dk dengan torsi maksimum 196 Nm. Dalam pengujian Topgir, akselerasi 0-100 km/jam mencapai 11,1 detik. Sementara konsumsi BBM dalam kotanya 8,8 km/liter.

Tucson juga telah dilengkapi on board computer. Lalu rem berteknologi ABS+EBD serta airbag, telah menjadi kelengkapan standar keamanan SUV Korea ini. Tilt steering serta pengaturan tinggi-rendah jok pengemudi membantu pengemudi mendapatkan posisi yang pas.

Untuk sebuah SUV, Tucson mungkin bukan yang terbaik. Tetapi buat Anda yang sedang bosan dengan produk-produk otomotif Jepang, tidak ada salahnya memilih SUV ini sebagai alternatif di pasaran

Sejarah Hyundai Tucson di Indonesia


2005: Tahun pertama PT Hyundai Motor Indonesia (HMI) merilis Hyundai Tucson untuk pasaran Indonesia. Model yang tersedia hanya tipe GLS bertransmisi otomatis. Berbagi basis dengan KIA Sportage II, maka postur Tucson terlihat sama dengan saudara kembarnya. Namun bila dilihat secara seksama akan terlihat bedanya, seperti pada lampu dan kaca belakang. Sementara pada bagian depan terlihat pada foglamp dan desain lampu utama.

2006: Memasuki tahun kedua, HMI menambah satu varian yang diracik lebih mewah, yakni XG. Perbedaannya dengan tipe GLS ada pada front guard bumper dan sensor parkir belakang.

2007: Up grade dari tipe XG atau bernama XG Limited. Model ini mendapat tambahan sunroof, peningkatan kualitas audio dengan hadirnya power dan subwoofer, AC climate control dan jok berlapis kulit.

2010: HMI meluncurkan New Hyundai Tucson dengan tampilan berbeda dari generasi sebelumnya. Secara dimensi, SUV ini lebih panjang 85 mm dengan 4.410 mm dan lebih lebar 20 mm dengan 1.820 mm dibanding model sebelumnya. Namun sosoknya jauh lebih modern dengan lampu depan sipit serta gril dan airdam heksagonal. 

2014: Selang empat tahun, Tucson terbaru diluncurkan dan mendapat banyak perubahan di eksterior. Pengaplikasian gril bermotif hexagonal dengan gril tebal membuat wajahnya terlihat gagah. Penggunaan Day-time Running Light menambah aura modern.

Panduan Membeli Hyundai Tucson Bekas


Suspensi
Komponen link stabilizer kerap bermasalah pada SUV Korea ini. Sebagai ciri kerusakannya akan terdengarnya suara saat melewati jalan bergelombang atau rusak. Begitu juga dengan karet bushing arm yang akan memiliki ciri serupa bila telah rusak.

Service Record
Bila mencari Tucson generasi terakhir, cari yang masa pakainya minimal tiga tahun. Periksa catatan servis pemilik sebelumnya apakah rajin melakukan perawatan berkala. Karena bila lalai, ada kemungkinan kinerja mesin bermasalah dalam jangka panjang.

AC
Banyak orang yang tidak paham keberadaan filter AC. Kalau alat ini kotor akan berakibat AC menjadi tidak dingin dan rentan terhadap kebocoran. Nah, bila kebocoran telah terjadi, maka proses untuk memperbaiknya cukup sulit dilakukan. Pasalnya, untuk melepas evaporator di kabin, Tucson perlu melepas dasbor. 

Bushing kaliper rem
Suara berisik akan muncul ketika Tucson melaju namun hilang ketika pedal rem diinjak. Penyebabnya ada pada bushing kaliper rem yang telah aus. Bila tidak bekerja akan menimbulkan bunyi yang cukup menganggu. 

Indikator airbag menyala
Persoalan ini sering terjadi akibat sensor di buckle seatblet sudah mulai longgar. Jadi bukan disebabkan oleh kerusakan pada modul komputer airbag.

Cat di dasbor dan handel doortrim
Mengelupasnya cat di dasbor dan handle doortrim diakibatkan oleh iklim tropis dan keringat pengemudi yang menempel. Solusinya adalah mengelupas seluruhnya atau mengecat ulang dengan material cat berkualitas.

Tips Memilih Hyundai Tucson Bekas


Hyundai Tucson salah satu favorit konsumen dan boleh dibilang minim problem. Sayangnya produk ini cukup terbatas untuk bekasnya di pasaran. Baik yang tipe GLS maupun XG.

Kebanyakan pelanggan Tucson memilih mempertahankan SUV ini karena faktor kenyamanannya. Terlebih pada generasi terbarunya ini tampilannya seperti mobil Eropa sehingga terlihat berbeda di jalan raya.

Tipe New GLS Panoramic merupakan rekomendasi dari Topgir untuk memilih Hyundai Tucson. Fiturnya yang terlengkap membuat Anda akan terasa nyaman dan aman selama di jalan. Belum lagi adanya fitur panoramic roof yang menambah kesan mewah dari Tucson.

Sayang tipe ini jarang dipasaran. Tapi bila Anda dapat memperolehnya. Ini merupakan pilihan menarik, meski Anda perlu ekstra hati-hati dalam memilihnya, lantaran jumlahnya yang sangat terbatas.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel