Tips dan Panduan Membeli Isuzu Panther Grand Touring Bekas

People carrier  berlabel Grand Touring merupakan pilihan termewah dari jajaran produk Isuzu Panther. Kendaraan ini digerakkan mesin 2.499 cc tipe 4JA1-L yang dilengkapi sistem direct injection  dan turbocharger  yang mampu menghasilkan tenaga 80 dk dengan konsumsi bbm sekitar 14 km/liter.

Isuzu Panther Grand Touring autobild

Karena dirancang sebagai mobil keluarga, mobil ini memiliki daya tampung hingga 9 orang, atau 5 orang ditambah barang-barang bawaan yang cukup besar. Jok tengah bisa diisi 3 orang dengan cukup lega, sedangkan bagian belakang bisa diisi 4 orang dengan posisi duduk berhadap-hadapan.

Grand Touring tampil lebih elegan, gagah dan tangguh dibanding saudara-saudaranya seperti Smart, LV, LS, dan Adventure. Beberapa fitur yang belum ada pada generasi sebelumnya yang diberi nama Panther Touring, sudah dapat ditemui pada Grand Touring.

Sejarah Isuzu Panther di Indonesia


Generasi pertama Isuzu Panther diproduksi antara 1991 sampai 1996 dengan kode produksi TBR-52. Diikuti dengan generasi kedua yang muncul pada 1996 sampai 2000 dengan kode produksi TBR-54. Nauh, sejak pertengahan 2000 beredar Isuzu Panther generasi ketiga dengan kode produksi TBR-541.

Isuzu Panther pertama kali dikembangkan di Jepang dengan kode AUV (Asian Utility Vehicle). Selain di Indonesia, Panther juga diproduksi di Filipina dengan nama Isuzu Crosswind, di Vietnam dengan nama Isuzu Hi-Lander, dan di India dengan nama Chevrolet Tavera.

Pada 1996 diluncurkan Isuzu Panther TBR-54, dengan mesin 2.500 cc Diesel Direct Injection. Pada tahun itu juga, kepemilikan PT Pantja Motor berubah dengan masuknya investasi dari Isuzu Motors Co. Ltd. dan Itochu Corporation.

Di pertengahan 2000 diluncurkan generasi baru Isuzu New Panther 160, dengan mesin 2.500 cc direct injection.  Dan tak berselang lama pada 2001, Panther 160 Touring pun diluncurkan oleh PT Pantja Motor.

Mulai awal 2009, Isuzu meluncurkan varian baru Panther facelift.  Perubahan yang jelas dibanding model sebelumnya adalah pada bagian gril dan sedikit perubahan pada interior. sehingga Panther facelift  tampil lebih gagah.

Panduan Membeli Isuzu Panther Grand Touring Bekas


Korosi
Salah satu kelemahan Isuzu Panther adalah karat di bagian kolong. Biasanya karat mudah menyerang sambungan bodi bawah, antara kedua pintu samping. Karena itu, Anda perlu mendeteksi bagian ini untuk menghindari karat menyebar ke bagian bodi lain.

Timing gear
Salah satu komponen yang berharga cukup mahal pada mesin Isuzu adalah timing gear.  Meski jarang rusak, penggunaan pelumas berkualitas rendah dan penggantian oli mesin yang tidak teratur dapat menyebabkan kerusakan komponen ini. Cirinya adalah timbulnya suara kasar dari mesin.

Injektor
Penyemprot bahan bakar di mesin ini harus diperhatikan kondisinya untuk menghasilkan pembakaran sempurna. Ciri-cirinya biasanya bisa dilihat dari kepulan asap knalpot bewarna hitam pekat. Hal itu menjadi salah satu tanda bahwa injektor harus dikalibrasi ulang demi mengembalikan performa mesin.

Suspensi
Kelemahan suspensi Panther adalah gejala mengayun di depan. Hal ini disebabkan bobot mesin diesel Panther yang berat. Mangatasinya, ganti sokbreker dengan yang lebih keras.

Kebalikannya, suspensi belakang justru seringkali terasa sangat keras jika menggunakan sokbreker gas. Untuk menanggulanginya biasanya sokbreker diganti dengan jenis oli.

Tips Memilih Isuzu Panther Grand Touring Bekas 


Isuzu Panther memiliki mesin tangguh dan hemat.  Interiornya juga memadai. Namun semua kondisi ini berpulang kepada kerapian dari pemiliknya sebagai salah satu bentuk perawatan. Isuzu Grand Touring merupakan kendaraan yang tangguh, baik mesin hingga kaki–kaki. Tapi tetap diperlukan perawatan berkala agar kondisinya tetap optimal. Ditambah lagi mobil ini sangat irit bahan bakar, meski mesinnya mengeluarkan suara yang cukup bising. Satu hal yang patut mendapat perhatian adalah timing gear  yang memiliki usia pakai sekitar 80.000 km sampai 100.000 km. 

Dibanding anggota keluarga Isuzu Panther yang lain, perbedaan tampilan Grand Touring bisa dilihat di interior dan eksterior. Seperti adanya side body mould list,  spion krom dengan lampu sein, roof rail,  dan pelek alloy dengan finishing black chrome,  untuk eksterior. Sedangkan di interior, aplikasi sistem audio dan visual Grand Touring sudah cukup menggiurkan. Yaitu head unit  dengan monitor dan DVD player. 
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel