Tips dan Panduan Membeli Kia Picanto Cosmo Bekas

PT KIA Motor Indonesia cukup jeli menawarkan produk andalannya. Lewat Picanto, KIA berhasil mencuri penggemar city car  di Tanah Air. Tampilan eksterior Picanto cukup menggoda dan performanya pun bisa diandalkan.


Mesin yang digunakannya sama seperti saudara sepupunya, Hyundai Atoz 1.1. Berkapasitas 1.086 cc 4 silinder, mesin ini mampu menyemburkan tenaga 64 dk pada putaran 5.500 rpm.

Menyikapi persaingan yang makin panas di kelas city car,  KIA memperbaiki manajemen komputer ECU Picanto. Hasilnya, city car  ini menjadi lebih agresif dengan torsi sebesar 94 Nm pada 2.400 rpm. Membuatnya cocok untuk menaklukkan kondisi jalan yang macet.

Di soal keiritan, Picanto dapat diacungi jempol. Wajar bila harga mobkas Picanto juga relatif stabil. Hal lain yang membuatnya menarik adalah jaringan aftersales  yang cukup luas dan mudah mendapatkan spare parts.  Bahkan ada beberapa komponen yang dapat disubstitusi dari KIA Picanto dan Hyundai Atoz.

Kenyamanan Picanto lebih baik dibanding kompetitor sekelasnya, berkat bantingan suspensi dan busa jok yang empuk. Menariknya lagi, PT KIA Mobil Indonesia selaku APTM KIA juga menyediakan aksesori body kit  dan rear spoiler  yang bisa diperoleh dengan harga cukup rasional.

Sejarah Kia Picanto Cosmo di Indonesia


Picanto diperkenalkan kepada publik Tanah Air oleh PT KIA Mobil Indonesia (KMI) pada Mei 2004. Saat itu pilihan varian yang tersedia adalah Standard dan Option bertransmisi manual, serta satu varian otomatis.

Beberapa bulan setelah peluncurannya, ditawarkan dua varian tambahan. Yakni, Option Limited Edition bertransmisi manual dan matik. Disusul varian LX, LX Standar, Plus, dan SX. Keempat varian ini hanya dibedakan dari kelengkapan fiturnya.

Pada 2006, PT KMI menambah lagi satu varian Picanto: Option Sporty. Sehingga total ada 7 varian Picanto: Standard M/T, Option1 M/T, Option2 M/T, Standard A/T, Option A/T, Option1 A/T, dan yang termewah Option2 A/T.

Bersamaan dengan menculnya varian baru ini PT KMI membuat desain eksterior Picanto lebih menarik dan dinamis dengan penambahan spoiler  atap, side skirt,  lampu rem ketiga, dan pelek baru. Walau interior tidak mengalami perubahan, tapi kualitas buatannya lebih baik dari sebelumnya.

Di akhir 2007, Picanto mengalami ubahan besar di sektor eksterior. Meliputi desain gril dan bumper depan-belakang baru, dimensi juga lebih panjang 30 mm dari pendahulunya. Headlamp  baru model kacang menjadi pembeda jelas dari generasi sebelumnya. Begitu pula lampu belakang model yang membuat Picanto tampil lebih sporty.

Interiornya juga dipermak. Dasar panel instrumennya kini berwarna putih memperkuat kesan sporty,  sementara odometer dan jamnya bermodel digital. Lingkar kemudi kini dapat diatur naik-turun, dan head unit  serta tombol AC dirancang lebih ergonomis untuk kemudahan pengoperasiannya.

Masuk pertengahan 2010, PT KMI semakin sigap dengan meluncurkan Picanto Cosmo untuk mempertahankan reputasi sebagai jawara city car  di Tanah Air.

Panduan Membeli Kia Picanto Cosmo Bekas


Transmisi
Perhatikan kerja transmisi, karena perpindahan giginya kaku dan agak keras (manual). Jika sering memaksa perpindahan gigi, tuas persneling akan mudah longgar. Untuk memperhalus perpindahan gigi, bisa menggunakan oli transmisi lebih encer, misalnya SAE 75W-90.

Pompa bensin
Volume filter bahan bakar terlalu kecil sehingga mudah mampat. Gejalanya, mobil cepat overheat  dan mesin akan mati, lantaran suplai bahan bakar ke injection pump  tersendat. Jalan keluarnya, gantilah filter bahan bakar sesuai panduan dari pabrikan dan jangan menunda.

Rem
Picanto sudah memakai sistem disc brake.  Hanya perlu diperhatikan karet penutup sliding pin kualitasnya kurang bagus. Jika karet tersebut rusak, maka sliding pin  akan mudah berkarat. Akibatnya gerak kaliper tidak sempurna. Bunyi berdecit pun acap kali terdengar. 

Tips Memilih Kia Picanto Cosmo Bekas


Sosok KIA Picanto tergolong menonjol di antara rival-rivalnya sesama city car. Desain bodi, lampu, atau buritan serta interiornya, dinilai banyak orang cukup menarik.

Hanya saja, sebagaimana umumnya mobil keluaran Korea, masih banyak yang mesti diperbaiki. Mesin misalnya, gampang ngelitik, selain itu kaki-kakinya juga tak setangguh mobil Jepang. Untuk itu, Topgir menganjurkan agar pemilik KIA Picanto jangan menunda perbaikan, termasuk jadwal ganti oli. Intinya, rawatlah sesuai petunjuk Buku Pedoman Pemilik Kendaraan, dan diperbaiki di bengkel ATPM. Karena merekalah ahlinya, jangan di bengkel sembarangan.

Sebagai pertimbangan dari Topgir, varian bertransmisi otomatis Picanto sangat cocok untuk lalu lintas padat di kota besar seperti Jakarta. Untunglah KIA juga menyediakan varian SE A/T STD, di samping OptionPlus dengan harga menarik. Cocok untuk Anda yang tidak mementingkan penampilan namun sangat memperhatikan fungsi.

Transmisi otomatis Picanto hentakannya cukup lembut. Tanpa mengurasi kelincahannya sebagai city car,  Picanto tetap hemat konsumsi bbm. 
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel