Tips dan Panduan Membeli Peugeot 206 Bekas

Image  sebagai mobil reli dunia, turut mempengaruhi booming Peugeot 206 di Tanah Air pada 2000. Apalagi mobil ini memiliki mesin yang cukup efisien. Selain itu, transmisi otomatisnya terkenal responsif dan pintar. Alhasil, efisiensi bahan bakar pun menjadi poin lebih dari Compact Hatchback asal Eropa ini.

Peugeot 206

Hal ini ditunjukan oleh data penjualan 206 di Tanah Air yang mencapai lebih dari 4.000 unit. Bahkan penjualan 206 di dunia, menembus lebih dari 4 juta unit. Hasil penjualan ini membuktikan 206 telah teruji kehebatannya.

Sejarah Peugeot 206


2000 : Peugeot 206 mulai dipasarkan PT Astra France Motor (AFM) pada awal 2000 dalam bentuk CBU (Completely Built-Up) yang langsung didatangkan dari Prancis. Saat itu disediakan pilihan transmisi manual dan otomatis dengan mesin 1.400 cc 4 silinder Multi Poin Injection.

2002 : PT AFM meluncurkan pula varian Sporty di 2002. Perbedaan dari varian standar ada pada spoiler belakang, lampu diamond cut, power window belakang, serta jaringan kelistrikan menggunakan sistem Multiplex.

2003 : Di Oktober 2003, Peugeot 206 pun dirakit di Tanah Air. Proses ini membuat banderolnya menjadi lebih murah ketimbang lansiran sebelumnya. Secara umum tidak ada perubahan mendasar. Ubahan luar terlihat lampu depan diamond cut, foglamp dan bumper depan-belakang.  Sedangkan di interior meliputi electric mirror dan power window  belakang. Di samping itu ada pembenahan suspensi dan penambahan catalytic converter.

Selama beredar di Tanah Air, Peugeot 206 mengalami 2 kali pergantian wajah, walau hanya ubahan minor. Namun sayang pamor 206 kemudian meredup setelah para rival kuatnya seperti Chevrolet Aveo, Hyundai Getz, Honda Jazz dan Toyota Yaris hadir di Tanah Air. Sementara Peugeot belum memperluas jaringan dan meluncurkan model yang lebih segar.

Panduan Membeli Peugeot 206 Bekas


Suspensi
Perangkat kaki-kaki rentan rusak, khususnya long-arm,  jika kerap melindas jalan rusak. Celakanya, mesti dibeli satu unit dan harganya bisa di atas Rp 1 juta.

Mesin
Sebenarnya mesin 206 tergolong andal, tapi jika sering menggunakan bahan bakar dengan kadar timbal tinggi, catalytic conventer-nya mudah tersumbat. Penggantian filter gas buang itu bisa menelan biaya di atas Rp 5 juta.

Radiator
Kisi-kisi saringan radiator sangat halus dan rapat. Jadi harus sering dibersihkan minimal 20.000 kilometer jika menggunakan radiator coolant.  Disarankan tidak menggunakan air biasa untuk keperluan radiator.

AC
Takaran atau ukuran refrigerant  di dalam sistem AC mesti pas. Kurangnya jumlah refrigerant  membuat mesin menjadi panas. Sebaliknya, jika jumlah refrigerant  berlebihan, kompresor malah tidak mau bekerja. Carilah bengkel AC profesional jika Anda mengalami kerusakan AC.

Kunci kontak cadangan
Lupakan membeli mobkas ini bila Anda tak memperoleh kunci cadangan. Sebab di dalam kunci ini terletak nomor penting untuk mengaktifkan kembali program komputer bila sampai hang.  Tanpa kunci ini, Anda akan kesulitan ketika menghadapi kendala kelistrikan. 

Tips Memilih Peugeot 206 Bekas


Tak beda mobil Eropa lainnya, sebelum meminang Peugeot 206, Anda harus mengetahui mengenai seluk beluk perawatannya agar sesuai prosedur atau petunjuk dari pabrikan. Melanggar berarti musibah. Pelepasan aki sembarangan misalnya, dapat berakibat program ECU terganggu atau mesin sama sekali tidak mau dihidupkan.

Sebab saat melepas aki, kunci harus berada di posisi ‘ON’ sampai lampu indikator menyala. Setelah itu, kembali ke posisi ‘OFF’. Tunggu selama 3 menit, baru Anda boleh melepas aki di kendaraan. Jika prosedur ini dilanggar, program ECU akan terganggu atau mesin tidak dapat dihidupkan. Dan bila hal ini terjadi, mobil harus ditarik ke bengkel resmi untuk diprogram ulang dengan memasukan kode nomer yang terdapat pada kunci serep.

Pemakaian bahan bakar di luar ketentuan, seperti harusnya menggunakan Pertamax diganti Premium, di samping mesin mudah knocking,  juga akan merusak catalytic conventer. Pendeknya, Peugeot 206 atau jenis lain keluaran di atas produksi tahun 2000 harus ekstra hati-hati. Harus sesuai petunjuk. Sebaiknya, kalau ada masalah bawalah ke bengkel terdekat yang biasa menangani mobil Eropa.

Pilihan transmisi otomatis dan tahun produksi di atas 2003, merupakan rekomendasi yang Topgir berikan untuk Peugeot 206. Tingkat kekerasan sistem suspensi yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia menjadi salah satu alasannya. Apalagi semakin muda usia mobkas, tentu kemungkinan kerusakan pada sistem transmisi otomatis yang ‘pintar’ ini akan semakin minimal. 
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel