Tips dan Panduan Membeli Proton Exora Bekas

Exora adalah salah satu model favorit di antara lini produk Proton di Indonesia. Ia menjadi satu-satunya Proton MPV dan dipersiapkan dengan serius untuk bertarung di pasar MPV medium Tanah Air. Bukan perkara mudah karena kelas ini sudah sesak de­ngan nama-nama besar seperti To­yota Kijang Innova, Nissan Grand Livina atau Honda Freed.


Kendati citranya tidak sekuat rival-rival Jepang, namun Exora punya daya tarik besar sebagai MPV keluarga. Modal utamanya adalah akomodasi lega bagi seluruh penumpang. Dibanding Toyota Kijang Innova misalnya, kalau tak mau dibilang lebih baik, setidaknya Exora terbilang sa­ngat baik. Legroom dan headroom sungguh lega. Baik yang model 7 maupun 8 penumpang.

Soal fitur ia juga mumpuni. Paling mencolok adalah aspek keselamatan karena Exora sudah dilengkapi airbag dan rem ABS. Di Exora termewah seperti Bold H-Line, ia bahkan sudah dilengkapi cruise control dan sensor parkir.

Di Indonesia Exora terbit da­lam 2 pilihan mesin. Yakni me­sin 1.597 cc Campro CPS bertenaga 125 dk plus torsi 150 Nm dan 1.597 cc CFE (Charged Fuel Efficiency) turbo berdaya 138 dk dengan torsi 205 Nm.

Kabin lega, fitur mumpuni, tenaga oke. Lantas apa yang menjadi masalah bagi Exora? Harus diakui popularitasnya yang belum sebesar Toyota Kijang Innova atau Nissan Grand Livina memang membatasi populasinya. Anda pun harus sabar mencari unitnya di pasaran.

Selain itu, tenaga mesin ter­utama yang belum menggunakan turbo (Campro CPS) dirasa lemah. Akselerasi pun jadi terasa kurang sigap. Isu kualitas juga menjadi catatan tersendiri ter­utama soal interior. Bukan berarti buruk, hanya saja terasa kurang sesolid beberapa rival Jepangnya. Yang pasti soal harga ia termasuk yang paling affordable.

Sejarah Proton Exora Bekas


2009: Pertama kali Proton Exora dirilis di Indonesia. Saat itu Proton memberi 2 pilihan trim yakni Supreme dan Executive. Sebagai flagship, Supreme tampil dalam satu pilihan transmisi yakni otomatis 4-speed. Sedang­kan Executive memiliki 2 opsi pilihan transmisi otomatis dan manual. Keduanya menggunakan mesin 1.600 cc.

2011: Guna memikat konsumen Tanah Air, PT Proton Edar Indonesia menambah satu varian yakni Star. Ini merupakan versi ekonomis untuk penyuka MPV yang berharga terjangkau. Tak heran bila ia hanya hadir dengan satu pilihan transmisi yaitu manual 5 percepat­an.

2012: Penjualan yang kian membaik membuat Exora Star menambah satu pilihan transmisi yaitu otomatis 4 percepatan.

2013: Merespon pasar yang mengeluhkan tenaga Exora lemah, PT PEI merilis Exora turbo. Hadir dalam 2 pilihan trim. Bold dan Prime. Prime merupakan flagship karena lebih mahal dan keren. Termasuk penggunaan side skirt dan captain seat di jok baris kedua untuk varian Prime.

2014: Exora Star yang menjadi varian ekonomis me­ngalami facelift. Tampang lebih segar berkat wajah mirip Exora varian turbo (Bold dan Prime. Ubahannya ada di gril, bumper depan + belakang dan lampu.

Panduan Membeli Proton Exora Bekas


Suspensi
Di atas 3 tahun adalah wajar jika sokbreker meng­alami penurunan performa. Kalau­pun tak ada masalah seperti oli merem­bes atau berbunyi, ada kemungkinan bantingannya tidak seenak baru. Jika sudah mengayun, sebaiknya ganti dengan sok baru. Oh iya, oleh Proton, Exora yang turbo suspensinya diset lebih keras dibanding non-turbo. Maksudnya tentu agar pengendalian bisa lebih mengimbangi tenaga mesin yang lebih besar.

Aki
Umur aki biasanya 1-1,5 tahun pemakaian. Cek kondisi aki dengan alat battery tester yang ada di bengkel resmi atau gerai khusus aki. Lihat voltase dan CCA (Cold Crank Ampere) apakah masih baik atau tidak.

Fan belt
Nyalakan mesin dan buka kap mesin. Lihat kondisi fanbelt/drivebelt. Jika sudah muncul bunyi “krit..krit”, itu menandakan belt sudah tidak optimal atau bahkan getas. Siapkan dana untuk menggantinya.

Timing belt
Cek odomoter apakah sudah lebih dari 100 ribu km atau belum. Jika sudah, maka menu wajib yang akan Anda hadapi adalah penggantian timing belt. Namun jika Exora yang Anda incar adalah yang bermesin turbo, maka umur ideal penggantian timing belt ada di angka 120 ribu km.

Oli transmisi matik
Jika yang Anda incar adalah Exora matik, maka perhatikan kondisi olinya. Masih menggunakan panduan odometer, cek apakah angkanya sudah ada di kelipatan 40 ribu km. Jadwal ganti oli matik setiap 40 ribu km dan oli matik CVT di jarak 60 ribu km.

Jenis BBM
Idealnya Exora diisi bensin dengan oktan 92 ke atas. Selain lebih bertenaga, efisiensi BBM juga lebih baik dengan BBM yang sesuai. Tanya ke penjual atau pemilik sebelumnya BBM apa yang ia gunakan. Jika rutin Premium (RON 88), maka Anda harus menyiapkan dana untuk membersihkan karbon di ruang bakar untuk mengoptimalkan pembakaran.

Tips Memilih Proton Exora Bekas


Mobil yang baik adalah mobil yang terawat dengan baik. Salah satu indikasinya adalah rutin melakukan servis berkala. Pilihlah Exora yang service record-nya bagus. Apalagi jika masih di bawah 3 tahun maka masih ter-cover oleh garansi.

Trim apapun yang Anda suka, kami merekomendasikan Exora yang bermesin turbo. Harganya memang lebih mahal, tapi sebanding dengan kenikmatan mengemudinya berkat tenaga yang lebih besar. Konsumsi BBM pun jadi lebih irit karena tak perlu menginjak gas dalam untuk berakselerasi.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel