Tips dan Panduan Membeli Suzuki Swift Bekas

Pasar hatchback memanglah bukan MPV yang menjadi primadona di dunia otomotif Indonesia. Wajar hal itu terjadi, karena masyarakat Indonesia lebih membutuhkan mobil yang memiliki akomodasi penumpang lebih.

Suzuki Swift autobild

Meski begitu, antusiasme masyarakat terhadap hatchback bukannya kecil. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu ketika segmen hatchback begitu diminati mulai dari tahun 2000-an.

Salah satu produk yang berjaya pada saat itu adalah pabrikan mobil asal Jepang, yaitu Suzuki dengan menghadirkan Swift di Indonesia. Beberapa daya tariknya selain lincah, juga desain eksterior yang unik dibanding rival sekelasnya. Daya tarik lain yang diberikan adalah pengolahan bahan bakar Swift yang terbilang efisien.

Meski Suzuki Swift merupakan salah satu Compact Hatchback terlaris di Indonesia, cukup sulit untuk menemukan mobkas versi CBU-nya. Fitur keamanan dan kenyamanan yang lebih lengkap menjadikan keberadaan versi keluaran awal ini sangat langka di pasaran. Kalau pun ada, harga yang ditawarkan terkadang tidak rasional.

Rata-rata pemilik versi CBU enggan untuk melepas mobil miliknya. Tingginya peminat Suzuki Swift, membuat harga jual kembalinya relatif stabil. Apalagi Swift cukup irit bbm dan mampu menenggak bensin Premium. Desain yang tidak membosankan serta murahnya biaya perawatan, menjadi penyebab lain dari stabilnya harga mobkas Swift.

Sejarah Suzuki Swift di Indonesia


2005 : Pertama kali diperkenalkan, Compact Hatchback  Suzuki ini hadir di Gaikindo Motor Show.  Swift kala itu masih didatangkan dalam bentuk Completely Built-Up  (CBU) dari Jepang dan hanya tersedia dalam satu varian, yaitu GX.

2006 :  Pada pertengahan 2006, Suzuki menambahkan satu varian Swift yaitu GL. Perbedaan antara GX dan GL terdapat pada gril dan tombol kontrol audio. Pada Swift GL grilnya menggunakan desain motif honey comb,  sementara varian GX menggunakan model palang dengan garis krom. Tombol kontrol audio di Swift GX terdapat pada kedua spoke  kemudi, sedangkan GL hanya pada satu bagian saja.Baik GX maupun GL sudah dilengkapi dengan ABS+EBD, airbag,  dan MID. Mesin dengan kode M15A, VVT (Variable Valve Timing), DOHC memiliki kapasitas 1.500 cc dengan tenaga 100 dk dan torsi 143 Nm pada 4.000 rpm.

Di akhir 2006, varian Swift kembali bertambah dengan kehadiran model GT. Varian ini terilhami oleh Swift Sport yang berlaga di ajang Junior World Rally Championship. Nuansa sporty  sangat kental pada varian ini. Salah satunya dengan pemasangan side skirt,  bumper depan-belakang yang sudah dilengkapi spoiler  dan diffuser,  serta moncong knalpot ganda. Sayangnya, mesin yang digunakan sama dengan varian GX maupun GL. Padahal banyak konsumen di Indonesia yang mengharapkan GT sudah menggunakan mesin 1.600 cc yang sama dengan Swift Sport.

Diterimanya Swift oleh pasar Indonesia, menggerakkan produsen Suzuki yang kala itu masih bernama PT Indomobil Niaga Internasional (IMNI) untuk merakitnya di dalam negeri. Oleh karena itu, pada November 2007 PT IMNI memperkenalkan Swift versi CKD yang diberi emblem ST. Perbedaan antara varian CBU dan CKD ada pada kelengkapan fiturnya. Airbag,  rem dengan ABS+EBD, dan tombol kontrol audio di kemudi ditiadakan. Namun pada versi CKD ini telah disematkan rem cakram pada keempat rodanya. Sementara mesinnya tidak mengalami perubahan.

Peniadaan beberapa fitur ini mampu mereduksi harga jual secara cukup signifikan, sehingga banderolnya semakin menarik. Dan walau minim fitur, Swift CKD ini tetap menjadi primadona di mata konsumen Tanah Air.

2012 : Tahun ini Swift mengalami ubahan besar, salah satunya adalah mesin yang digunakan. Mesin baru yang digunakan adalah mesin Ertiga dengan kode K14B. Menariknya dengan kapasitas mesin yang turun, Swift menjanjikan konsumsi BBM lebih irit.

2013 : Akhirnya Swift menghadirkan varian Sport, seperti pendahulunya. Mesin yang digunakan pun lebih bertenaga dengan 136 dk dan kapasitas mesin 1.600 cc. Sedangkan versi mesin biasanya hanya memiliki tenaga 95 dk.

2015 : Selang 2 tahun, Suzuki pun kembali melakukan facelift untuk Swift agar tetap diminati oleh konsumen. Salah satu hal yang menonjol adalah ubahan pada bagian eksterior yang terlihat lebih menarik dan mengikuti perkembangan zaman.

Kompresor AC
Kompresor AC adalah salah satu komponen di Swift yang cukup sering mengalami malfungsi. Pastikan tidak ada suara-suara kasar pada kompresor AC tersebut.

Rack Steering
Rack steering juga sering mengalami kerusakan di Swift. Rack steering yang mengalami kerusakan bisa diindikasi dengan suara pada sekitar setir. Pastikan mobil yang Anda incar memiliki rack steering dalam kondisi baik, mengingat biaya perbaikannya bisa sampai Rp 10 juta.

Kaki-kaki
Kaki-kaki tak luput dari perhatian konsumen saat hendak membeli Swift. Pasalnya sering sekali Swift mengalami kerusakan pada bagian kaki-kaki yang diindikasi dengan suara gemuruh di bagian tersebut. Desain yang menarik menyebabkan banyak pemilik yang menurunkan ketinggian mobil dengan menggunakan per serta sokbreker aftermarket, dan pelek berukuran lebih besar. Modifikasi ini berdampak pada cepat ausnya beberapa komponen kaki-kaki. Ball joint dan tie-rod adalah komponen utama yang langsung terkena dampak modifikasi ini.

Bearing
Tidak adanya lapisan penutup pada bearing menyebabkan komponen ini sering membutuhkan penggantian. Hal ini tidak hanya terjadi pada versi CBU, pada versi CKD pun ditemui masalah yang sama.

Service Record
Melihat kondisi melalui service record penting untuk dilakukan. Pasalnya dengan cara ini, Anda bisa mengetahui dengan lebih pasti kerusakan yang pernah dialami oleh mobil yang akan dipinang.

Lampu Peringatan
Swift sudah menggunakan cukup banyak sistem elektronik, salah satu indikasi ketika mengalami masalah dengan melakukan pengecekan di panel instrumen. Cek dengan teliti lampu peringatan di indikator panel instrumen saat kondisi mesin hidup, pastikan tidak ada yang menyala.

Transmisi
Khusus untuk Swift dengan transmisi otomatis. Coba cek, apakah transmisi merasa mengentak ketika tuas transmisi dipindahkan dari posisi P, R, N dan D. Jika ada, diskusikan budget dengan bengkel, mengingat biayanya yang tidak murah.

Steering rack
Masalah ini bisa dideteksi ketika mobil melewati jalan berlubang terdengar bunyi “gluduk”.  Penyebabnya adalah bushing steering rack  yang terlalu tipis.

Firewall
Saat berada pada kecepatan di atas 100 km/jam, bau mesin akan tercium hingga ke dalam kabin. Bau ini berasal dari catalytic converter.  Gangguan ini dapat diatasi dengan memberikan sealant  pada lubang dinding pemisah antara ruang mesin dan kabin atau memasang baut pada lubang yang ada.

Bagasi
Dalam posisi idle  atau saat transmisi dalam posisi normal, terdengar bunyi getaran dari arah bagasi. Bunyi mengganggu ini disebabkan adanya satu panel yang bergeser.

Tips Memilih Suzuki Swift Bekas


Harga Suzuki Swift CBU masih banyak diminati. Ini terkait dengan anggapan bahwa versi CBU ini masih didatangkan langsung dari Jepang, bukan Thailand. Sehingga inilah yang menjadi daya tarik utamanya. Bila tertarik untuk memiliki versi CBU, sebaiknya melalui mailing list  Suzuki Club Indonesia. Mobil yang dijual oleh anggota memiliki track record  yang jelas sehingga akan memudahkan pemakai nantinya khususnya dalam melakukan perawatan. 

Dibandingkan versi CKD atau rakitan dalam negeri, Topgir lebih merekomendasikan Swift versi CBU. Selain memiliki fitur keselamatan yang lengkap, bantingan suspensi yang dimiliki jauh lebih baik sehingga nyaman dikendarai. Penyebabnya, pada versi CKD PT IMNI melakukan ubahan tingkat kekerasan sokbreker dan per sehingga membuat bantingannya terasa lebih kaku. Efeknya mobil menjadi lebih stabil namun kurang nyaman dikendarai. Apalagi kabin Swift tergolong sempit. Semakin mengasyikkan, bila Anda mampu memperoleh Suzuki Swift CBU dengan transmisi otomatis. Kenyamanan berkendara di lalu lintas perkotaan pun semakin baik. 

Jika Anda beranggapan Swift CBU terlalu tua, maka Topgir merekomendasikan Anda untuk membeli Swift lansiran 2015 ke atas dengan tipe GX yang memiliki fitur cukup lengkap. Pasalnya ia memiliki tampang yang lebih segar dan tampil lebih futuristis ketimbang pendahulunya. Untuk transmisi, Topgir pun menyarankan memilih Swift dengan transmisi otomatis, karena sama seperti alasan di atas, ia lebih nyaman digunakan di perkotaan.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel